Mayora Hadapi Kendala

Mayora Hadapi Kendala Pemasaran Digital Bisnis Makanan

 

Epidemi corona membuat bagian industri menyesuaikan degan rutinitas baru, diantaranya pemakaian tehnologi digital di bagian marketing. Meskipun begitu, digital pemasaran ini tidak seutuhnya mulus diaplikasikan perusahaan makanan minuman (fast moving consumer goods/FMCG), seperti PT Mayora Indah Tbk.

Global Pemasaran Director, Mayora Ricky Afrianto menjelaskan, epidemi Covid-19 tuntut perusahaan pro aktif,kreatif serta meningkatkan komunikasi marketing lewat bermacam aliran. Menurut dia, booming e-commerce di waktu epidemi automatis membuat standard baru di bagian marketing digital.

Tetapi, mengaplikasikan digital pemasaran pada industri makanan minuman bertambah susah dibanding lewat aliran konservatif seperti tv.

“Kami harus mendapatkan langkah bagaimana aliran ini dapat efisien sampaikan pesan produk ke customer dna tingkatkan engagement pemakai,” tuturnya dalam dialog virtual MarkPlus Industry Roundtable: FMCG Industry Perspective, Jumat (25/9).

Berdasar analisanya, ada empat masalah penting digital pemasaran belum efisien menggerakkan pesan produsen industri makan minuman.

Pertama, ada unsur mental stage, dimana kecondongan customer cari program promo atau potongan harga dari iklan di sosial media. Ini yang lain dengan iklan makanan minuman di tv yang pesannya tergambar dengan cara visual.

Ke-2, aliran digital rerata mempunyai pasar anak muda, hingga perhatian (attention spend) bertambah pendek. Ke-3, waktu tampil (time). Jika di tv jam tampil dapat ditata di jam spesifik yang sangat mungkin pemakai semakin banyak melihat tv.

Sedang pada kanal digital bergantung pemakai serta tema yang sedang ramai. Ke-4, hyperactive atau kecondongan sikap pemakai digital benar-benar aktif beralih dari satu media ke sosial media yang lain membuat pesan pemasa susah tersaimpaikan.

“Ditambah lagi saat berpromosi, kita kita compare dengan advertiser lain dari industri yang lain,” tuturnya.

Dengan bermacam masalah barusan, andil pemasaran digital atau e-commere di Mayora juga masih kecil atau seputar 1%. Walau demikian, perusahaan tetap akan jaga perkembangan di kanal itu.

Sampai semester I 2020, Mayora Indah mencatatkan pemasaran bersih Rp11,08 triliun. Nilai ini turun 8,10% dibanding periode yang serupa taahun lantas Rp12,05 triliun.

Dari jumlah itu, produsen permen Kopiko serta Energen ini menulis pemasaran lokal Rp6,88 triliun serta export Rp4,20 triliun.

Walau pemasaran turun, keuntungan bersih perusahaan pada enam bulan pertama 2020 itu naik 16,2% jadi Rp938,47 miliar dibandingkan periode yang serupa tahun kemarin Rp807,48 miliar.

Hasil survey Tubuh Pusat Statistik (BPS) menulis 82,85% perusahaan di Indonesia penghasilannya turun waktu epidemi virus corona Covid-19. Sekitar 14,6% perusahaan mengatakan penghasilannya masih sama seperti yang tertera dalam databoks berikut:

Hasil survey Tubuh Pusat Statistik (BPS) menulis 82,85% perusahaan di Indonesia alami pengurangan penghasilan waktu epidemi virus corona Covid-19. Sekitar 14,6% perusahaan mengatakan penghasilannya masih semasa epidemi corona. Sedang, ada 2,55% perusahaan akui penghasilannya bertambah sama seperti yang tergambar dalam databoks berikut:

Perusahaan FMCG yang lain manfaatkan tehnologi digital pada marketingnya yaitu PT Arnotts Indoneisa. Produsen makanan brand Good Time, Nyam Nyam serta Timtam ini akui terus-menerus berpromosi di sosial media semasa epidemi.

Pemasaran Director Arnott’s Indoneisa, Marieska Mardiana, menjelaskan karena epidemi corona, setengan usaha perseroan, terutamanya biskuit terdisrupsi. Memberi respon ini, perusahaan mempunyai dua taktik periode pendek serta panjang. agen togel indonesia

“Short termin kita action dengan kampanye digital serta e-commerce. Long termin kami coba membuat kesayangan pada merek. Semua aliran kami integrasikan serta key kanal apa saja yang berefek kami rangkul,” tuturnya.

Untuk taktik periode pendek di baris e-commerce, perusahaan kerja sama juga dengan marketplace seperti Tokopedia atau Shopee lewat penawaran paket produk istimewa.

Sedang periode panjang, Arnotts mengoptimasi efisiensi kampanye digital dengan membuat merek personality, komunikasi dua arah melalui digital buat mendapatkan sasaran customer berkaitan serta jamin kedatangan produk di pasar.

Semasa epidemi, ia mengkui teradi pergerseran pasar perubahan dari konservatif ke digital. Walau bagian pemasaran lewat digital masih tidak cukup dari 5%, ke depan perusahaan membidik kenaikan jadi 10%.

Epidemi corona mengakibatkan industri makanan minuman pernah sepi pesanan, khususnya di kuartal II yang bersamaan dengan momen puasa serta lebaran. Disamping itu, menyusutnya kesibukan hotel serta pariwisata ikut memberi pengurangan industri ini.

Ketua Umum Perkumpulan Kombinasi Industri Makanan serta Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman menjelaskan, walau berlangsung kontraksi ekonomi pada kuartal II 2020 sebesar -5,2%, industri keseluruhannya tetap tumbuh 0,22%.

Kenaikan perkembangan industri makanan tercermin dari investasi makanan minuman yang masuk ke dafatr lima besar penyumbang penting.

Sampai sekarang ini, ia memprediksi investasi makanan minuman yang masuk sudah capai Rp 30 trilun serta dipercaya terus bertambah. Tiap tahun, investasi industri ini rerata capai Rp 60 triliun.

“Ini berkaitan potensial, orang tidak takut melakukan investasi di makanan minuman. Walau mengonsumsi warga pernah turun di kuartal II serta I, tetapi export kita masih naik,” katanya.

Sampai akhir tahun Adhi memperkiraka perkembangan industri makanan minuman dapat capai 1%-2%. Sedang di tahun 2021, ia memprediksi kondisinya bertambah lebih baik dibandingkan tahun ini.

Ia mengatakan optimis perkembangan ekonomi lebih baik tahun kedepan, walau belum kembali lagi seperti 2019. Hingga industri makan minuman diprediksikan dapat tumbuh 5-7%, sedikit bertambah rendah dari periode itu yang ada di rata-rata 8%-12%.

“Sasaran ini dapat diraih seandainya kelas menengah berani spending, pemain mulai mengeluarkan produk baru serta memberikan dukungan omnichannel,” tuturnya.

error: Content is protected !!